KabarDesa.com, Lahat – Menjadi daerah yang punya banyak potensi wisata tentu sangat membanggakan. Wisata alam dan budaya tentu bisa menjadi andalan kabupaten yang populer dengan sebutan Bumi Seganti Setungguan ini.

Menjadi viral dan tranding topic sebagai salah satu destinasi kunjungan yang membuat warga penasaran tentu bukan perkara muda. Saat kondisi akses jalan menuju Cuhup (Curug, red) Maung memang masih memprihatinkan dan butuh uluran tangan pihak terkait.

Baca juga : Curug Maung, Objek Wisata Yang Jadi Trending Topic Tapi Masih Butuh Pembenahan

Menyikapi pemberitaan yang ada, Nopran Marjani sebagai wakil rakyat yang duduk di DPRD Propinsi Sumatera Selatan langsung merespon hal ini, kepada Kabardesa.com dia menceritakan apa yang publikasi itu adalah sebuah pekerjaan rumah dan catatan yang harus diselesaikan dan dicarikan pemecahannya.

“Sebagai wakil rakyat saya tentu sangat prihatin dengan kondisi itu, kedatangan saya beberapa waktu lalu memang menyisakan cerita perjuangan yang lumayan untuk melihat sebuah destinasi wisata yang bikin booming nama Lahat di dunia.

Secara kelembagaan saya sudah lakukan koordinasi dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Lahat, untuk melakukan pembenahan lokasi air terjun tersebut. Di dewan saya juga mengupayakan adanya anggaran bagi pembenahan, untuk Cuhup Maung tahun 2017 kita telah anggarkan dana sekitar Rp 1 Miliar untuk membuatan tangga menuju ke bawah hingga ke sisi sungai Lematang,” jelas Nopran.

Kemudian dia juga menerangkan, apa yang dulu pernah dia temui saat datang ke lokasi jangan lagi dijalani oleh warga atau pengunjung objek wisata ini, sebagai orang Lahat dia malu dan prihatin dengan situasi yang ada.

“Makanya nanti tanggal 25 November 2016 kita telah masukan pendanaan ini ke dalam mekanisme kelembagaan dewan. Yang paling menjadi catatan adalah tangga ke arah bawah itu, saya sangat kecewa dengan akses jalan menuju ke daerah wisata yang bikin hebon dunia maya tersebut masih berupa jalur tracking alami yang belum nyaman untuk dilalui.

Kedepan memang secara bertahap kita akan lakukan penambahan sarana pendukung lainnya, misal kamar mandi, toilet dan mushola. Atau kalau nanti memungkinkan kita siapkan pondok-pondok untuk tempat pengunjung beristirahat dan berteduh,” paparnya lagi.

Dia juga minta pengertian kepada semua pihak, bukan artinya lokasi itu tidak terpantau, sebagai orang Lahat dia memang sangat maklum dengan situasi yang ada. Hanya dia juga mengapresiasi apa yang telah dilakukan sejumlah media untuk terus mempublikasikan aset daerah ini.

“Satu Lagi lokasi wisata yang akan kita kembangkan, potensi wisata air hangat (ayek angat dalam bahasa daerah, red). Di Tanjung Sakti dengan sumber anggaran dari APBD Propinsi juga akan kita lakukan pengembangan.

Karena secara imbas, bila potensi wisata yang ada dikelolah dan dikembangkan dengan baik akan memberikan pengaruh kepada perekonomian warga sekitar. Ini yang menjadi target lain dari program pembenahan lokasi wisata di daerah kita ini,” tambahnya.

Mendapat kabar ini, Nurdin salah satu warga yang menjadi lokasi objek wisata Cuhup Maung mengatakan kegembiraan atas apa yang dilakukan oleh salah satu wakil rakyat ini, kepada KabarDesa.com melalui ponselnya dia menyampaikan rasa terima kasih atas respon dan perhatian Nopran Marjani yang juga sebagai wakil ketua DPRD propinsi Sumatera Selatan.

“Sampaikan salam untuk Nopran Marjani, saya sangat antusias dengan rencana pembenahan dan pengembangan potensi wisata itu. Sebagai warga desa yang menjadi lokasi objek wisata ini kami siap mendukung realisasinya.

Agar lokasi wisata yang ada di kabupaten Lahat ini menjadi lebih layak untuk didatangi oleh pengunjung, kami tunggu kabar dari pak Nopran. Kalau memang mau berbuat inilah saatnya mumpung masih menjabat, apa lagi kalau memang ke depan dia (Nopran, red) punya rencana lain,” ungkapnya dengan nada pancingan. (Agum)

Anugerah Jurnalisme Warga BaleBengong 2017

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here