KabarDesa.com, Bojonegoro – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi melalui Direktorat Pelayanan Sosial Dasar, Direktorat Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa menggelar Pelatihan Pengelolaan Sistem Informasi Desa (SID) di Desa Sedahkidul Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Rabu (09/11/2016).

Kepala Desa Sedahkidul M. Choirul Huda dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kementerian Desa yang telah memilih Desa Sedahkidul sebagai tempat Pelatihan Pengelolaan Sistem Informasi Desa.

“Sebelumnya di desa kami telah dibentuk TIM Sistem Informasi Desa yang menghasilkan data by name by address dengan di dampingi oleh LSM Ademos dan didukung penuh oleh ExxonMobil Cepu Limited (EMCL),” katanya.

Senada disampaikan Plt Camat Purwosari M. Chosim. Ia mengapersiasi Pelatihan Pengelolaan SID yang dilaksanakan di Desa Sedahkidul. “Ini menjadi kebanggan tersendiri bagi kami,” ucapnya.

Sementara itu, Kasi Pembangunan dan Pengembangan Desa Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah DEsa (BPMPD) Bojonegoro, Masirin mengatakan, SID sangat membantu dalam pengumpulan data desa dan pengambilan kebijakan, baik itu di tingkat desa, kecamatan dan kabupaten.

Pelatihan pengelolaan SID ini adalah yang ke tiga kali diadakan. Pertama di Desa Kiarasari, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kedua di Desa Wlaharwetan, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

“Ketiga di sini, di Desa Sedahkidul,” sambung Kasubdit Pengembangan Akses Infromasi Masyarakat, Enny Kusumastuti saat membuka pelatihan.

Enny mengungkapkan, dipilihnya Desa Sedahkidul sebagai tempat pelatihan karena desa ini telah bisa mengelola informasi begitu transparan dan maju. Karena itu dia berharap apa yang ada di Desa Sedahkidul bisa ditularkan ke desa-desa lain yang masih tertinggal.

“Saya telah membaca di internet, Sedahkidul menjadi salah satu prioritas dari Kabupaten Bojonegoro yang telah suskses mengembangkan Sistem Informasi Desa (SID) sesuai implementasi UU Desa No. 6 Tahun 2014 Pasal 86 dan mengembangkan website desa,” kata Enny.

Dia mengaku kedatangannya ke Desa Sedahkidul ini sekaligus ingin membandingkan dan melihat mana saja desa yang sudah maju dan belum. Sehingga dapat menjalin koordinasi dan sinergitas dengan pemerintah daerah dan memfasilitasi kebijakan yang ada di pusat supaya bisa menyambung dengan kegiatan di daerah.

“Ini juga salah satu untuk mewujudkan nawa cita ke tiga bapak presiden yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan,” pungkasnya.

Selain dari BPMD Bojonegoro, pelatihan ini juga dihadiri Muspika Purwosari, Kepala Desa Ngasem, Kecamatan Ngasem, Babinsa & Babinkamtibmas Sedahkidul, TIM Sistem Informasi Desa Sedahkidul, Gapoktan Sedahkidul, Karang Taruna “Potro Muda Sedahkidul dan PKK Sedahkidul, Ademos, LIMA 2B dan Relawan TIK Bojonegoro. (dik)

Anugerah Jurnalisme Warga BaleBengong 2017

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here