Pertanian Alami di Pinrang

Kabardesa.com, Pinrang – Sentra pertanian yang sangat luas yang berada di Kabupaten Pinrang menjadi primadona tersendiri bagi masyarakat. Karena Pinrang memiliki luas area pertanian mencapai 53.000 hektar, kabupaten ini pula diidentikan menjadi lumbung padi di Sulawesi Selatan.

Dengan luas lahan yang sangat potensial, ini perlu mendapat perhatian dari pemerintah. Apalagi, Kabupaten Pinrang sendiri menjadi pusat pengairan dan pusat listrik di Sulawesi Selatan.

Model pertanian alami ini mulai digagas oleh Kaharuddin Ali, seorang aktivis petani alami JATI (Jaringan Tani Alami) di daerah Kelurahan Tatae, Kecamatan Duampanua, Kabupaten Pinrang.

Saat ditemui kemarin, Senin (14/08/2017) di lahan persawahannya ia mengungkapkan jika sudah mempraktekan model pertanian alami. ”Saya mencoba untuk mempraktekan model pertanian alami ini, dengan lahan sekitar 25 are. Nutrisi pertumbuhan hama serei, buah maja dan bahan-bahan lainya yang digunakan dalam model pertanian alami yang akan diajarkan kepada petani”, ungkapnya.

Uji Coba Pengembangan Pertanian Alami di Pinrang

Meski demikian, di awal masa percobaannya ia banyak mendapatkan cibiran dari warga. Hal ini dikarenakan hasil yang tidak seperti dengan tanaman padi lainnya. “Baru tahun ini saya turun bertani, dan mencoba mempraktekkan pertanian alami ini walaupun di awal-awal para petani di sekitar mencibir dari pertumbuhan petani alami ini, karena daun padi berwarna kekuningan, beda diantara padi-padi lainnya. Akan tetapi saya tidak hiraukan, namun saya tetap lakukan metode pertanian alami ini yang murni tanpa ada unsur kimia baik dari pestisida, insektisida dan fungisida,” jelasnya.

Adapun yang membedakan antara pertanian alami dan tidak, salah satunya adalah masalah teknik atau metode penyemprotannya. “Teknik pertanian alami yang saya lakukan adalah dengan metode penyemprotan setiap 20 hari tergantung dari pertumbuhan padi itu sendiri, saya sangat berharap semoga pertanian alami ini bisa memberikan hasil yang sesuai harapan”, tutupnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here