Perlebar Wawasan Lewat Nobar Pertanian

KabarDesa.com, Kediri – Publikasi melalui media elektronik menjadi andalan untuk mempublikasikan secara luas dan melebar kepada masyarakat, terutama mereka yang berkecimpung di sektor pertanian.

Metode tersebut digunakan Koramil 19/Pagu bekerjasama dengan Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri, untuk mengumpulkan perwakilan para petani yang ada di kecamatan tersebut, agar menyaksikan tayangan video berdurasi 42 menit yang bersumber dari youtube. Film ini sendiri merupakan hasil produksi Puspitek (Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi).

Lokasi nobar sendiri dilangsungkan kemarin malam, Senin (24/4) di rumah dinas Camat Pagu dan dihadiri oleh Danramil Pagu, Kapten Inf Tafsir, Camat Pagu, Ahmad Wito Subagyo, Mantri Pertanian Kecamatan Pagu, Suhendra, BPP Pertanian Kecamatan Pagu, M.Taufik serta 2 anggota Koramil 19/Pagu.

Video produksi Puspitek ini sudah tayang di youtube dan bila dilihat tahun unggahnya, tercatat tahun 2016.

Tetapi untuk lebih jelas dalam menginformasikan aktifitas pertanian yang saat ini gencar-gencarnya dilakukan, Kaptren Inf Tafsir berinisiatif mengunduhnya dan mempublikasikannya lewat nobar bersama para petani yang berdomisili di Kecamatan Pagu.

“Video hasil produksi Puspitek sangat kredibel dan dapat jadi acuan dalam menggeluti bidang pertanian, apalagi banyak pengetahuan yang perlu kita pelajari ,terutama mengembangkan usaha pertanian lebih maju lagi,” ungkap Kapten Inf Tafsir.

Intisari dari film tersebut, menjelaskan apa itu Indo Jarwo Transplanter, dan dalam tayangan tersebut dijelaskan bahwa mesin tanam padi sistem jajar legowo 2:1 yang digunakan untuk menanam bibit padi setelah disemai pada tempat khusus yaitu tray/baki/ dapok pada umur tertentu, dan mesin tanam digunakan di areal sawah pada kondisi siap tanam.

Setelah itu, juga dijelaskan keunggulan Indo Jarwo Transplanter, seperti produktivitas tanam 5-6 jam/ha, jarak tanam dalam barisan dapat diatur dengan ukuran 10 cm, 13 cm dan 15 cm dan kedalaman tanam dapat diatur.

Selain itu, juga dijelaskan kelemahan Indo Jarwo Transplanter, antara lain jarak tanam barisan tanaman dan legowo tidak dapat diatur yaitu 20 cm dan 40 cm, kurang efektif jika dioperasikan pada kedalaman lumpur lebih dari 40 cm dan kurang efekif jika dioperasionalkan pada hamparan sawah yang sempit.

“Tayangan video ini setidaknya bisa menggambarkan kondisi pertanian saat ini, terutama masuknya berbagai alsintan dari berbagai jenis, dan para petani bisa memilih mana yang harus dilakukan, mana yang tidak harus dilakukan,” ujar Ahmad Wito Subagyo.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here