Kabardesa.com, Lahat – Kebutuhan MCK menjadi kebutuhan dasar warganya, inilah yang menjadi pemikiran dan pekerjaan rumah bagi Kepala Desa Bintuhan, Kecamatan Kota Agung, Kabupaten Lahat, yang bertekad bersama aparatur pemerintahan desa, warga dan dukungan dana dari pemerintah untuk melakukan memberikan fasilitas MCK bagi warganya. Dan kini akhirnya mimpi itu secara bertahap mulai terwujud.

Melihat kondisi ini, Syafri, Bckn, Kepala Desa Bintuhan akhirnya berupaya untuk mencapai cita-cita tersebut dengan memanfaatkan Dana Desa yang diperuntukan bagi desanya. Hal ini beralasan dengan adanya pemenuhan kebutuhan dasar warga berupa sanitasi yang layak tentu akan berimbas pada kualitas hidup warga desa.

Berkaca dari pengalamannya merantau di Pulau Jawa, Syafri termotivasi untuk mewujudkan mimpinya di tanah kelahirannya. Mandi Cuci dan Kakus (MCK) untuk saat ini bukan sebuah angan-angan, untuk tahun 2016 dengan memanfaatkan Dana Desanya, bersama warga dalam kesepakatan musyawara desa rencana ini dapat direalisasikan.

“Kalau melihat potensi dan sumber air bersih yang ada, tentu kita tak akan kekurangan sarana pendukung kegiatan pembangunan MCK ini, sayangnya masih banyak warga yang belum memiliki MCK yang layak untuk digunakan.

Sebagai pemimpin di desa ini saya sangat prihatin dengan kondisi ini, kami kira tak akan membuat kita rugi bila ada niat untuk membangun desa. Makanya ditahun 2016 saja kita lakukan pembangunan 11 unit MCK untuk warga,” jelas Sayfri saat ditemui Kabardesa.com, Minggu (25/12/2016).

Bagian Luar MCK Desa Bintuhan (Foto : Alan Gumay)

Dalam penjelasanya dia juga mengungkapkan, bahwa untuk tahap 1 realisasi Dana Desa (DD) tahun ini dia telah melakukan serah terima 11 unit MCK tersebut kepada warganya. Setelah itu tahun 2017 nanti mereka juga akan mengagendakan pembangunan unit lain bagi 30 titik MCK baru.

“Kami telah sampaikan hal ini kepada pendamping Dana Desa dalam Musyawarah Perencananan Pembangunan di tahun depan. Karena dengan Dana Desa yang berjumlah Rp 700 juta, seperti tahun ini bukan hal yang mustahil rencana itu akan tercapai.

Dan alhamdulilah, semua kegiatan pembangunan yang didanai oleh Dana Desa telah kita lakukan, MCK, aspal serta jalan setapak juga telah diserahkan kepada masyarakat sebagai aset desa,” terangnya lagi.

Dalam kegiatannya, pembangunan yang bersumber dari Dana Desa tetap harus mengikuti ketentuan dan mekanisme yang ditetapkan oleh pemerintah, dan dalam perhitungan satu unit MCK yang telah dibangun ini menelan dana sebesar Rp 27 Juta.

“Ini mimpi yang mulai terwujud, hanya semua ini tak lepas dari dukungan semua pihak, mulai dari warga kami, aparatur desa, pihak kecamatan, mitra kami para pendamping, serta semua pihak yang telah banyak memberikan dukungan.

Semoga apa yang telah selesai dibangun ini bisa menjadi pusaka bagi saya sebagai pribadi, dan selebihnya bisa bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang ada di desa,” tambahnya.

Bangunan MCK Desa Bintuhan (Foto : Alan Gumay)

Sementara itu di tempat terpisah, Dini salah satu warga desa ini mengungkapkan rasa senangnya atas banguan MCK yang telah dibangun oleh pemerintah desa. Dia memuji apa yang telah direalisasikan untuk kebutuhan mereka.

“Tak pernah bermimpi untuk mendapatkan MCK yang bagus seperti ini, walau pun untuk tahun ini kita masih menggunakan secara bersama-sama. Insya Allah tahun depan kami akan dialokasikan dana dari Dana Desa untuk pembangunan tahap berikutnya.

Kalau secara model, ukuran dan fasilitasnya, kami kita apa yang telah dibangun tahun ini sudah sangat mewah. Bila kami membangun sendiri belum tentu akan seperti yang telah dibangunkan oleh pemerintah desa, sudah lebih dari layak bahkan sudah terlalu berlebihan untuk kami warga desa,” katanya saat dimintai komentar tentang apa yang dibangunkan oleh pihak pemdes dianggaran 2016 ini.

Untuk target 2017 nanti, akan dibangun 30 unit lagi, artinya dalam 2 tahun kepempinan Syafri Bckn, Desa Bintuhan hanya menyisakan 10 rumah warga yang belum memiliki MCK permanen. Dan bila sisanya telah dituntaskan, desa ini menjadi salah satu desa di kabupaten Lahat yang 100 persen rumah warganya memilki sarana MCK masing-masing.

Anugerah Jurnalisme Warga BaleBengong 2017

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here