KabarDesa.Com, Tegal – Diduga karena tenaga kerja di sektor pertanian semakin berkurang, hal ini memicu kenaikan upah buruh tani di wilayah Kecamatan Pagerbarang, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.

Beberapa desa di wilayah Kecamatan Pagerbarang, misalnya di Desa Surokidul, Jatiwangi, Randusari, upah buruh tani laki-laki yang sebelumnya hanya pada kisaran Rp 40.000 – Rp 45.000 per setengah hari, pada musim tanam tahun 2016 rata-rata naik menjadi Rp 50.000.

Itupun petani pemilik lahan masih harus mengeluarkan biaya untuk makan, rokok, dan makanan kecil untuk para buruh tani tersebut.

Kondisi ini ternyata tidak terjadi di kecamatan lain, di Desa Pagerwangi, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal, misalnya, upah buruh tani untuk laki-laki hanya Rp 30.000 per setengah hari atau bekerja hanya sampai pukul 12.00 saja.

“Di sini upah buruh tani masih 30 ribu rupiah per setengah hari,” kata Agus Waluyo, salah seorang pengurus gabungan kelompok tani di Desa Pagerwangi saat ditanya Kabardesa.com soal ongkos tenaga kerja di bidang pertanian di desanya.

Di Desa Kedungbungkus, Kecamatan Tarub, Kabupaten Tegal, upah buruh tani juga tidak setinggi di Kecamatan Pagerbarang. Di desa ini, kata Komarudin, salah seorang petani di Desa Kedungbungkus, upah buruh tani Rp 60.000 per hari dengan jam kerja hingga pukul 15.00 atau jam 3 sore. (dar)

Anugerah Jurnalisme Warga BaleBengong 2017

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here