KABARDESA.com – Sudah tidak kita pungkiri lagi bahwa kemajuan teknologi membuat masyarakat semakin mudah berkomunikasi. Salah satu keuntungan yang bisa didapatkan adalah cepatnya masyarakat dalam mendapatkan informasi yang diinginkan.

Melalui media sosial, instant messaging seperti WhatsApp, BBM, Line, semua itu bisa digunakan untuk distribusi informasi antar masyarakat. Yang paling sering didapatkan biasanya pesan broadcast tentang sebuah informasi. Dan uniknya tanpa disuruh, masyarakat akan menyebarkan ulang pesan broadcast itu ke orang lain.

Positifkah tindakan tersebut?

Hasilnya akan positif jika pesan atau informasi yang disebarkan itu memang sudah bisa dipertanggung jawabkan keasliannya dan memang itu berupa informasi positif. Tetapi jika informasi itu sebuah larangan terhadap sesuatu atau hal lain yang provokatif dan itu belum jelas sumbernya, tentu akan sangat merugikan masyarakat.

Kalau di era sekarang itu informasi negatif seperti dinamakan HOAX. Informasi palsu, bohong, provokatif yang tujuannya hanya untuk memecah belah masyarakat.

Sekarang ini pun sangat banyak sekali informasi HOAX yang beredar di masyarakat.

Sangat beruntung apabila masyarakat yang menerima pesan hoax sudah memiliki pemahaman soal ini, tetapi jika pesan hoax menyasar masyarakat yang mohon maaf ‘kurang berpendidikan’? Dampaknya tentu sangat-sangat buruk. Mereka justru akan semakin ‘bodoh’ karena adanya informasi hoax ini.

Melihat fenomena yang ada saat ini, KabarDesa.com ingin mengajak para pemuda untuk mengawal informasi di daerahnya. Kenapa harus pemuda, karena pemuda yang bisa dibilang sudah memahami perkembangan teknologi saat ini. Dan pemuda juga sebagai jembatan antara orang tua dan anak-anak. Sehingga mereka diharapkan mampu menjadi tonggak positif untuk menyebarkan informasi yang positif dan menyaring informasi yang negatif.

Program ini lebih dikhususkan untuk para pemuda yang berada di desa (Karang Taruna). Karena di desa itu masih banyak masyarakat yang dengan mudah menyerap informasi secara mentah tanpa mereka saring terlebih dahulu. Masyarakat desa masih banyak menganggap informasi yang datang dari sumber digital itu adalah informasi yang benar. Padahal tidak selamanya seperti itu.

Tim Pewarta Desa…

Tulisan ini sebenarnya melengkapi informasi yang ada di halaman ini, Gerakan Pemuda Desa Bisa. KabarDesa.com berinisiatif membuat sebuah program sederhana yang dinamakan Tim Pewarta Desa.

Tim ini nanti beranggotakan para pemuda-pemudi desa. Salah satu tugas mereka selain mengabarkan informasi positif yang ada di desanya, juga menjadi filter informasi yang beredar di desanya.

Ini merupakan gerakan sosial kemasyarakatan, di mana Tim Pewarta Desa nanti harapannya juga menjadi program di tiap-tiap Karang Taruna. Namun, tetap KabarDesa.com akan menjadi partner dan media untuk mengabarkan informasi yang ada di daerahnya.

Ke depannya nanti akan semakin banyak arus informasi positif yang datang langsung dari masyarakat, khususnya desa. Sehingga ini juga menjadi salah satu kampanye untuk meningkatkan konten positif di dunia maya yang saat ini tengah disusupi kabar-kabar hoax.

Selain itu program ini sebagai ajang untuk menyatukan dan berkomunikasi antar pemuda Karang Taruna di Indonesia. Harapannya nanti bisa menjadi wadah diskusi yang positif dan membuat gerakan-gerakan lain yang bisa dilakukan bersama.

Jadi apakah para pemuda desa bersedia mengawal informasi di daerah Anda? Ayo dukung program ini, bersama kita bisa!

Gerakan Pemuda Bisa

Anugerah Jurnalisme Warga BaleBengong 2017

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here