KABARDESA.com – Indonesia memiliki lahan pertanian yang luas hingga dulu sering disebut-sebut sebagai Negara Agraris. Aneka hasil pertanian Indonesia pun sangat beragam, tidak hanya padi saja namun juga hasil-hasil tani lain yang sebenarnya dapat dimanfaatkan untuk alternatif pangan di Indonesia.

Luasnya lahan pertanian di Indonesia juga diharapkan dapat mensejahterakan masyarakat agar mampu mengolah hasil pertaniannya menjadi berbagai macam olahan. Selain itu, diharapkan dengan luasnya lahan pertanian ini juga mampu untuk eksport hasil tani ke negara lain.

Namun, perhatian pemerintah di sektor pertanian ini kurang mendapatkan pendampingan yang lebih, sehingga beberapa kali negara ini harus import hasil tani dari luar negeri. Selain itu, penggarapan di sektor pertanian di masyarakat desa kurang terjamah oleh kaum-kaum muda.

Melihat adanya hal tersebut, lahirlah program Indonesia Bangun Desa yang tujuannya untuk menghasilkan agropreneur-agropreneur muda Indonesia agar mampu meningkatkan perekonomian masyarakat khususnya desa dari sektor pertanian.

Program Indonesia Bangun Desa ini terdiri dari dua tahap, yang pertama training center selama 3 bulan dan tahap selanjutnya adalah Tahap Penempatan selama 9 bulan.

Untuk menghasilkan Agropreneur Muda ini pun dengan proses yang selektif dan memilih yang benar-benar mampu untuk berjuang demi desa untuk Indonesia.

Agropreneur Muda ini nanti diharapkan saat penempatan mampu memberikan perubahan secara riil bagi masyarakat desa khususnya di sektor pertanian agar mampu menghasilkan produk pertanian yang lebih potensial dan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat pedesaan.

Gerakan Indonesia Bangun Desa yang dikelola oleh Yayasan Bina Desa Indonesia ini merupakan organisasi non profit, non politik dan non partisan. Dengan niat tulus untuk memajukan desa di Indonesia melalui sektor pertanian.

www.indonesiabangundesa.org

Anugerah Jurnalisme Warga BaleBengong 2017

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here