KabarDesa.com, Ponorogo – Banyak seni budaya yang saat ini mulai luntur dan makin menghilang ditelan kemajuan jaman yang serba modern. Salah satu seni budaya yang jarang dijumpai saat ini adalah Terbangan.

Kesenian Terbangan pada zaman dulu hampir ada di setiap desa atau kelurahan yang ada di Bumi Reyog Ponorogo. Terbangan biasa hadir di pesta atau hajatan warga, seperti kehutanan, memandikan bayi pada usia 7 bulan atau mitoni

Selain itu juga biasa tampil karena masyarakat ada yang memiliki nazar. Menurut Eko Mulyadi selaku Kepala Desa Karangpatihan, Kecamatan Balong, Ponorogo kesenian Terbangan adalah seni budaya warisan para leluhur yang sejatinya mengkolaborasikan irama musik tradisional jawa-arab dengan sholawat nabi dan lagu-lagu khas jawa jaman dahulu.

Lebih lanjut Eko Mulyadi membeberkan jika Terbangan biasanya juga ditampilkan pada acara hajatan masyarakat. “Menyuguhkan seni Terbangan biasanya sebagai bentuk rasa syukur tuan rumah yang punya hajat,” kata Eko Mulyadi, Rabu (7/12) malam.

Dia bangga karena Terbangan masih dilestarikan di Desa Karangpatihan. “Alhamdulillah fokus kita adalah melestarikan seni Terbangan di Desa Karangpatihan sebagai bentuk cinta kita pada budaya jawa dan cinta kita pada Islam,” tegasnya. (Muh Nurcholis)

Anugerah Jurnalisme Warga BaleBengong 2017

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here