KABARDESA.com, KLATEN – Hari ini Rabu (26/7) 48 desa yang ada di 20 kecamatan Kabupaten Klaten menggelar Pemilihan Kepada Desa (Pilkades) serentak. Salah satu desa yang menggelarnya adalah Desa Sabranglor, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten.

Pemungutan suara digelar di Gedung Balai Desa Sabranglor dan dibuka mulai pukul 07.00 WIB sampai 13.00 WIB.

Ketua Panitia Pilkades Sabranglor, Drs. Margono, mengatakan ada 2.271 daftar pemilih tetap di Pilkades kali ini dan berjalan cukup lancar. “Lancar-lancar saja, walaupun bekerja dengan semaksimal mungkin, tetap lancar,” kata dia saat ditemui Kabardesa.com di Gedung Balai Desa Sabranglor, Rabu (26/7/2017).

Di Desa Sabranglor sendiri terdapat 4 calon Kepada Desa yakni Sri Giyatna S.Pd (nomor urut 1), Purbawati (nomor urut 2), Sugiyanto (nomor urut 3) dan Narimo (nomor urut 4).

Calon Kepada Desa Sabranglor

Dalam proses pemungutan suara dan kotak surat suara dibagi menjadi dua wilayah (TPS), yaitu KADUS 1 dan KADUS 2.

Untuk KADUS 1 diisi dari warga Dukuh Jambon, Dukuh Jembul, Dukuh Mayong dan Dukuh Kerten. Sedangkan KADUS 2 diisi dari warga Dukuh Samber, Dukuh Bulurejo dan Dukuh Sabranglor.

Pemungutan suara dimulai sekitar pukul 13.30 WIB dan diawali dengan menghitung kotak surat suara dari KADUS 1.

Sejak perhitungan surat suara pertama hingga akhir di KADUS 1, mayoritas dimenangkan oleh calon nomor urut 1, Sri Giyatna S.Pd, dengan perolehan suara 609 suara, disusul oleh Purbawati dengan perolehan 156 suara, lalu Narimo dengan 40 suara dan paling sedikit Sugiyanto dengan 31 suara. Sedangkan suara tidak sah di KADUS 1 berjumlah 10 suara.

Hal ini wajar karena Sri Sugiyata merupakan warga Dukuh Jambon yang masuk di KADUS 1.

Memasuki perhitungan kotak surat suara kedua yaitu KADUS 2, suara sah mulai dimenangkan dari calon nomor 3 dan 4. Hal ini dikarenakan calon nomor 3 dan 4 merupakan warga Dukuh Samber. Berikut perolehan suaranya di KADUS 2, Sri Giyatna, S.Pd 250 suara, Purbawati 55 suara, Sugiyanto 401 suara dan Narimo 288 suara.

Untuk surat suara tidak sah di Kadus 2 juga berjumlah 10.

Perhitungan surat suara yang selesai sekitar pukul 17.45 WIB ini akhirnya diperoleh total suara terbanyak untuk calon nomor urut 1 yakni Sri Giyatna, S.Pd dengan perolehan total 859 suara. Disusul Sugiyanto dengan 432 suara, Narimo 328 suara dan Purbawati dengan 211 suara. Total suara tidak sah 20 suara.

Rekapitulasi Pilkades Sabranglor

Sehingga suara yang masuk total 1.850 dari total 2.271 DPT. Ini artinya ada 421 warga yang tidak menggunakan haknya di Pilkades serentak di Desa Sabranglor ini.

Menurut Drs.Margono, jumlah 421 ini bisa saja warga yang merantau atau sakit. “Ya perantau, mungkin sakit, atau sudah jompo,” jelasnya.

Setelah proses penghitungan suara, selanjutnya Panitia Pilkades Sabranglor akan menyelesaikan administrasi yang ada untuk besok diserahkan ke BPD Desa Sabranglor. “Agendanya besok itu laporan kepada BPD, jadi ini kan administrasi keseluruhan, berita acara, penghitungan suara pada hari ini nanti diserahkan kepada BPD,” ungkapnya.

‘Politik Uang’

Politik Uang Pilkades

Dari pengamatan KabarDesa.com, sebelum hari pemungutan suara sempat ada indikasi politik uang. Hal ini dikarenakan persaingan masing-masing calon sama-sama kuat. Apalagi setiap calon berada di dukuh yang memiliki warga cukup banyak.

Namun, adanya indikasi politik uang inipun tidak membuat warga ada yang bergerak. Seakan politik uang sudah menjadi tradisi dan sudah dibiarkan begitu saja. Lagi pula dari pihak Panitia Pilkades Sabranglor pun juga tidak mencium bau-bau kecurangan.

Padahal kalau memang benar ada, politik uang adalah awal dari sebuah kebobrokan moral. Apalagi sekarang ini desa sudah digelontori dana desa yang jumlahnya sangat istimewa. Jika moral tidak siap, maka pihak pemerintah desa atau elemen yang ada bisa saja terjerumus di dalamnya.

Anugerah Jurnalisme Warga BaleBengong 2017

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here