KabarDesa.com, Ponorogo – Bencana tanah longsor dan tanah gerak yang terjadi di Desa Tempuran, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur ternyata belum mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Ponorogo. Pasalnya, bencana yang terjadi 24 Nopember 2016 kemarin ternyata dampaknya bukan hanya dirasakan oleh Kateni (43 th) yang rumahnya roboh.

Kini ada 12 Kepala Keluarga di Dukuh Karangrejo, Desa Tempuran yang tanahnya mulai gerak sehingga beberapa bagian rumah warga mulai retak. “Ini membuat kami takut tinggal di rumah, apalagi kalau malam hari, warga harus mengungsi ke tempat yang aman,” kata Kateni, Jum’at (9/12).

Dia bersama warga lainnya berharap kepada Pemkab Ponorogo untuk lebih peduli dan tanggap darurat di wilayah tanah gerak tersebut. “Informasi keamanan di lokasi tanah gerak sangat diperlukan warga sehingga ada kejelasan keamanan,” tambahnya.

Pihaknya bersama warga sekitar sudah gotong royong membangun rumah sementara di lokasi yang aman. “Pasalnya kami tak mungkin tinggal di lokasi yang lama, sangat berbahaya,” tukasnya. (Muh Nurcholis)

Anugerah Jurnalisme Warga BaleBengong 2017

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here