KabarDesa.Com, Tegal – Tak ada bangunan pasar atau pun los-los tempat berjualan para pedagang.  Mereka hanya menggelar dagangannya di kanan-kiri jalan raya jurusan Jatibarang – Balapulang, persisnya di RW 03 Desa Randusari, Kecamatan Pagerbarang, Kabupaten Tegal. Namun masyarakat sekitar menyebut lokasi tersebut pasar pagi  atau pasar Kethembreng.

Kethembreng dalam bahasa lokal artinya sebentar, karena memang aktivitas pasar hanya berlangsung singkat hanya sekitar 3 jam. Pukul 05.30 – 08.30 WIB mereka berjualan di lokasi tersebut, dan setelahnya  tak ada aktivitas perdagangan lagi layaknya sebuah pasar.

Namun demikian, meskipun kegiatan pasar hanya berlangsung singkat, puluhan orang menggantungkan tempat itu sebagai mata pencahariannya. Ada yang berjualan makanan ringan, sayur-mayur, sarapan pagi, dan kebutuhan pokok lainnya.

Ternyata bukan hanya warga sekitar lokasi yang telah menjadikannya sebagai pasar, namun ada beberapa orang pedagang datang dari Kabupaten Brebes. Para penjual dari Brebes ini umumnya berjualan ikan, dari ikan basah hingga ikan asap.

Sri Sulastri, salah seorang pedagang tempe dan tahu di pasar tersebut, sudah datang di lapak dagangannya sejak jam 6 pagi. Ia mengaku berjualan tahu dan tempe merupakan warisan dari ibunya. Menurutnya, sayang kalau tidak berjualan karena sudah banyak pelanggannya.

Kata wanita asal Desa Surokidul Kecamatan Pagerbarang Kabupaten Tegal itu, dalam sehari  paling sedikit  bisa mengantongi laba sekitar 80 ribu rupiah. Bahkan untuk hari-hari tertentu pendapatan bisa du kali lipat dari itu. (dar)

Anugerah Jurnalisme Warga BaleBengong 2017

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here