KabarDesa.com, Ponorogo – Tampaknya Desa Karangpatihan, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo di bawah komando Kades Eko Mulyadi ini semakin serius dalam meningkatkan potensi desa terutama di bidang seni budaya dan wisata. Hal ini terlihat dalam kegiatan Bersih Desa yang dikemas dalam Karangpatihan Cultural Festival 2016.

Menurut Paiman selaku ketua panitia, mengatakan bahwa Karangpatihan Cultural Festival 2016 merupakan Pesta Rakyat dari seluruh warga, sekaligus dalam rangka Bersih Desa Karangpatihan. Seluruh elemen masyarakat Karangpatihan terlibat dalam kegiatan ini, karena setiap dukuh turut ambil bagian dalam evant tahunan ini.

Mereka dengan penuh kesadaran menurunkan kesenian mewakili dukuh mereka masing – masing. “Kami menyampaikan ungkapan terimakasih kepada seluruh warga Karangpatihan yang turut menyemarakkan dan ambil bagian dalam rangka Bersih Desa tahun ini,” ujarnya. Menurutnya, kemeriahan Pesta Rakyat tahun ini atas gotong-royong dan swadaya masyarakat. Meskipun swadaya, namun seluruh rangkaian kegiatan sejak Sabtu siang (5/11) lalu dengan kegiatan Parade Budaya dan malamnya dengan Live Misik serta seni Jaranan Thek berlangsung sangat meriah dan mampu menyedot pengunjung.

“Selaku ketua panitia saya sampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh warga Karangpatihan terutama tiap dukuh yang telah menyumbangkan kesenian untuk memeriahkan acara ini,” ucapnya. Hal senada juga disampaikan Kepala Desa Karangpatihan Eko Mulyadi. Kades Muda yang juga sebagai bagian dari pengurus Asosiasi Desa Wisata (ASIDEWI) Ponorogo ini mengatakan bahwa Karangpatihan Cultural Festival 2016 ini merupakan upaya dari pemerintah Desa dan warga Karangpatihan dalam rangka melestarikan budaya dan mrningkatkan kunjungan wisatawan ke Desa Wisata Karangpatihan.

“Ini adalah pesta rakyat dari seluruh warga Desa Karangpatihan yang digelar setiap tahun dalam rangka beraih desa. Tahun ini kita kemas dalam acara Karangpatihan Cultural Festival 2016, karena memang dalam event ini sengaja kita tampilkan segala kreasi seni dan budaya lokal yang ada di Ponorogo,” paparnya. Lebih lanjut Eko Mulyadi menjelaskan bahwa Cultural Festival 2016 ini digelar mulai Sabtu siang dengan penampilan seni Reyog Mulyo Joyo desa Karangpatihan, seni Gajah, Unta, live music dan penampilan seni Jaranan Thek Turonggo Wulung.

“Reyog diberangkatkan dari dukuh Krajan dan Bendo, Seni Gajah dari dukuh Bibis dan seni Unta dari dukuh Tanggungrejo. Semuanya kita kirab menuju lapangan futsal mualai pukul 13.00 WIB. Setelah itu, dilanjutkan malam ini kita meriahkan dengan Live musik “Baladewa ” dan kita lanjutkan pentas Seni Jaran Tek “Turonggo Wulung” dari Desa Kupuk,” terangnya. Seluruh rangkaian acara mulai Parade Budaya sejak siang hingga malam hari dalam acara Cultural Festival 2016 desa Karangpatihan ini berlangsung sangat meriah. Ribuan penonton dari berbagai wilayah Ponorogo selatan tampak membanjiri desa Karangpatihan. Bahkan lokasi Lapangan Futsal desa Karangpatihan yang menjadi pusat kegiatan, nyaris tak mampu menampung pennoton yang hadir.

“Alhamdulillah rangkaian kegiatan berjalan lancar dan sangat meriah. Semoga ini bisa menjadi penyemangat warga Karangpatihan dalam menjaga kerukunan dan kekompakan, sekaligus mengenalkan potensi wisata keindahan alam yang kita miliki,” pungkasnya. (Muh Nurcholis)

Anugerah Jurnalisme Warga BaleBengong 2017

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here