KabarDesa.com, Palembang – Dalam perjalannya Mantan Kabareskrim Susno Duadji merasa sesuatu yang berbeda dengan kondisi transportasi yang ada. Kepada KabarDesa.com dia meceritakan penggalan ceritanya tentang kondisi itu.

“Ketika saya masih sekolah SD sampai dengan SMA di kota Lahat, Sumatera Selatan tahun 1960-an sampai tahun 1970-an, tak pernah terbayangkan bahwa dalam satu hari dapat menghadiri beberapa acara di tempat berbeda yang dipisahkan oleh jarak ratusan bahkan ribuan kilometer.

Bayangkan di tahun 1960-an dari Lahat ke Palembang saja waktu tempuh dengan kendaraan darat, mobil dan kereta api bisa mencapai 12 jam, dan ada kalanya harus bermalam di jalan karena jalan rusak parah,” ceritanya, Senin (7/11).

Kemudian dia menerangkan, seseorang dari kota Lahat pergi ke Palembang sebagai ibu kota Propinsi kalau sudah kembali ke Lahat harus menjalani situasi seperti itu. Maka ceritanya tak selesai selama satu minggu, hal ini karena betapa jarangnya seseorang berpergian dari kota kabupaten ke Kota Propinsi, apalagi ke ibu kota negara, Jakarta.

“Tetapi kondisi saat ini sangat berbeda, seperti yang saya alami pada Sabtu 5 November 2016, sungguh perjalanan menyenangkan, pagi selesai Subuh saya berangkat dari Jakarta ke Bandung undangan resepsi pengantin (anak dari adinda Amir Faisol, red).

Selesai undangan masih sempat menikmati kuliner di kota Bandung, sore hari jam 17.30 saya dengan pesawat Citilink dari Bandara Husen Sastera Negara Bandung ke SMB II Palembang sampai pukul 18.45 Wib, terus naik kereta api Sindang Marga ke Lahat untuk hadir pada undangan keluarga,” tambahnya.

Dari perjalanan ini dapat ditarik hikmah bahwa sungguh jarak bukanlah kendala utama di era kemajuan tehnologi komunikasi dan transportasi, siapa pun yang meminpin negeri ini harus memperhatikan pembangunan transportasi darat sungai danau dan fery, laut, dan udara, dengan memanfaatkan system dan tehnologi mutakhir.

“Tranportasi adalah sarana utama memghubungkan antar daerah, antar kota dan antar pulau, tranportasi adalah rantai yang mengikat NKRI. Transportasi adalah saran pergerakan/perpindahan orang, barang dan jasa.

Tranportasi lancar, murah, nyaman, tepat waktu, maka orang tidak lagi mempersoalkan jarak. Selamat mencoba naik berbagai moda transportasi khususnya kereta api di Pulau Sumatera, sungguh nyaman, bersih, tepat waktu, aman, ramah,” urainya.

Yang saya kagumi kreta api suatu perusahaan negara yang dulunya dikenal jorok, suka telat, tidak aman, dan lain-lain. Cerita negatif yang menjadi labelnya menahun ternyata kalau mau ternyata bisa berubah.

Semoga catatan ini menjadi motivasi pihak pengelolah untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat pengguna jasa transportasi tersebut. (SD)

Anugerah Jurnalisme Warga BaleBengong 2017

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here