KabarDesa.com, Lahat – Kemajuan zaman tak pernah menjadi jaminan sarana pendidikan di sebuah daerah akan memiliki sarana yang layak. Inilah salah satu sekolah yang ditemukan di salah satu desa di Kecamatan Kota Agung, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, yakni SD Negeri 12 Kota Agung Lahat.

Sarana pendidikan yang mestinya menjadi perhatian serius dari pihak terkait, ternyata belum didapatkan oleh sekolah ini. Hampir sewindu lamanya kondisi seperti ini malah kian bertambah parah.

Saat mengunjungi sekolah ini, saya merasakan sebuah keprihatinan, seperti inikah kondisi anak – anak bangsa dalam menuntut ilmu? Sekolah yang beberapa bagian banyak yang mulai rusak, selasar sekolah telah menjadi jalan setapak tanpa beton.

Kursi dan meja siswa yang dipakai pun mulai reot tak pernah diperbaiki. Bukan hanya itu, ada sebuah kelas yang ruangannya dibagi dua untuk dipakai bersama dengan kelas yang lain. Pembagiannya pun hanya dipisahkan oleh lembaran triplek bekas.

Belum lagi lingkungan sekolah yang tak berpagar, sehingga beberapa hewan ternak warga dengan bebas makan rumput di lapangan sekolah ini. Saat salah satu pejabat daerah menyambanginnya, sekolah ini akhirnya menjadi perbincangan di masyarakat.

Untuk mendapatkan informasi yang sesungguhnya, saya mengunjungi sekolah ini usai jam sekolah dan tampaknya ruang guru masih terbuka. Di sana saya disambut oleh beberapa guru yang masih asyik dengan kegiatannya.

Saat ditanya cerita yang ada, salah satu guru yang tidak ingin disebutkan namanya, mengatakan bahwa sudah hampir 8 tahun sekolah ini tak pernah tersentuh perbaikan dan renovasi dari pemerintah. Kondisi yang ada memang seperti itu adanya, banyak bagian sekolah yang telah rusak dan tak layak untuk menjadi tempat belajar.

“Tetapi karena tidak ada pilihan mau tak mau, kami masih mempergunakan sarana yang ada saja. Berulang kali kami menyampaikan proposal perbaikan dan penambahan moubiler kepada pihak terkait, nyatanya permintaan itu belum terjawab hingga saat ini.

Tadi pagi memang telah ada tim dari Disdik kabupaten, mereka memang juga didampingi oleh pihak UPTD pendidikan kecamatan. Dan kami telah meperlihatkan kondisi yang sebenarnya. Silahkan saja mereka melakukan penilaian.

Apakah layak atau tidak sekolah ini mendapat bantuan perbaikan, karena kalau menurut kami sekolah ini memang sudah wajar dilakukan perbaikan. Sebab yang memakainnya adalah anak-anak yang tak lain adalah generasi penerus bangsa,” tuturnya, Kamis (27/10).

Masih tuturnya, jika ada satu kelas yang terpaksa dibagi dua untuk digunakan bersama dalam proses KBM. Karena itulah solusi yang bisa diambil oleh pihak sekolah. Yang makin memprihatinkan hampir semua kelas di sekolah ini kondisinya sama.

Sementara itu, pihak orang tua melalui komite sekolah menjelaskan apa yang dilihat oleh KabarDesa.com adalah faktanya. Terakhir renovasi yang dilakukan adalah melibatkan pihak ketiga, jadi kontrol dalam pekerjaan tidak bisa dilakukan secara maksimal.

“Kami hanya meminta pemerintah melakukan sebuah kebijakan tanggap darurat dahulu untuk sekolah kami ini. Kalau pun nanti akan ada perbaikan, kami juga minta untuk melibatkan komite dan orang tua siswa.

Syukur kalau bisa dilakukan dengan sistem swakelola bersama komite dan orang tua, agar secara kualitas kami bisa mengontrolnya. Kami dilakukan oleh pemborong atau kontraktor ya masih akan seperti itulah,” ungkap Ridi sang ketua komite.

Ridi juga terkejut dengan kunjungan salah satu pejabat daerah ke sekolah itu, dia sama sekali tak mengetahui kedatangan mereka. Bahkan dia hanya tau setelah ada cerita dari masyarakat yang ada di sekitar kediamannya.

Semoga, kondisi yang telah terlihat ini menjadi pemikiran dan pekerjaan rumah pihak terkait (Disdik Lahat, red). Bagaiman mau cerdas kalau tempat belajarnya saja tak layak seperti ini, semoga respon yang cepat bisa memberikan semangat baru bagi para siswa di sekolah tersebut. (Agum)

Anugerah Jurnalisme Warga BaleBengong 2017

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here