Bogor, KabarDesa.com – Jelajah desa pekan ini saya pilih di ujung barat Jawa Barat, tepatnya di Desa Rumpin,Leuwiliang Bogor.

Saat menjajakan kaki di jalan yang penuh dengan bebatuan,sesekali saya menghentikan sepeda motor saya yang sleep dan tergelincir oleh batu kolar jalan menuju Desa Rumpin.

Sungguh, saya benar-benar sangat tersentuh melihat desa tersebut yang jauh terpencil dan masih tertinggal oleh desa yang saya diami Desa Situ Udik Cibungbulang yang lebih maju dari Desa Rumpin.

Rumah penduduk masih terlihat sangat sederhana, apa adanya dan bahkan ada salah satu rumah warga yang nampak tidak layak dan jauh dari kehidupan ukuran makmur. Sebut saja rumah Pak Amin, penjual bakso keliling yang saat ini tidak berjualan karena kehabisan modal.

Menurut Amin, rumahnya pernah disurvei dan di foto oleh petugas kelurahan. Entah untuk apa tapi sampai saat ini rumah Amin tetap saja tidak berubah.

“Pernah juga ada yang ke sini memoto rumah, tapi ngga tau untuk apa,” tutur Amin bercerita sembari membersihkan panci kuah bakso yang sudah hitam.

Ini adalah salah satu keprihatinan warga Desa Rumpin yang hidup apa adanya untuk berjuang mempertahankan hidup. Mereka tetap bertahan di tengah sulitnya ekonomi dan keterbatasan fasilitas desa yang jauh tertinggal. Lihat saja, jalan yang menuju desa tersebut, licin dan penuh dengan bebatuan, penerangan listrik yang masih minim dan tampak seperti desa yang tertidur dari gemerlapnya kehidupan yang saat ini penuh dengan persaingan.

Warga berharap pemerintah dapat memperhatikan desa tersebut untuk lebih maju dari desa-desa lainnya, saat itu saya terdiam dan berdiri menatap rumah kediaman Pak Amin penjual bakso keliling.*

Anugerah Jurnalisme Warga BaleBengong 2017

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here